Sekitar 4 tahun yang lalu, ketika saya masih kuliah, setiap sore saya sepakbola di lapangan UIN, atau kalau ndak saya sepakbola di lapangan Graha Sabha Pramana UGM. Waktu olahraga tersebut benar-benar digunakan untuk melepas lelah dan kepenatan setelah seharian ngeceng beraktifitas di kampus. Tidak ada yang lebih mengasyikkan kecuali sepakbola sore hari bareng teman-teman, dan itu sudah menjadi ritual wajib saya, kalo saya ndak datang, penggemar banyak yang protes: “siapa yang mau jadi anak gawang????”
Kalo pas hari minggu pagi, biasanya kita ditantang main sama komunitas lain, dan untukpemilihan lapangan saya dan teman-teman bersama si “musuh” tidak kesulitan untuk mencari tempat yang layak untuk bertanding, bisa dilapangan sepakbola Babarsari, Lapangan UPN, Lapangan STM Pembangunan, lapangan dekat STIE YKPN, Mancasan Wirobrajan, Klebengan UGM, Lapangan dekat AU (ada dua tuh), Lapangan Balai Yasa PERUMKA, Lapangan Realino Sanata Dharma - kalo lagi beruntung -, atau masih banyak pilihan lain, dan asyiknya lagi: semua GRATIS.
Read more
0 comments: