Pelabuhan Merak yang tidak seindah Burung Merak...

Saya mudik tanggal 27 September 2008 hari sabtu, berangkat dari Yogya jam 12.30 siang dan dijadwalkan sampai ke tujuan antara jam 11.00-12.00 siang. Perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan sampai akhirnya bis tiba di Pelabuhan Merak...
Perjalanan yang indah dan berkesan berakhir, sejauh mata memandang hanya ada motor, mobil, bus, truk, macet-macet dan macet...
Bagi saya yang berdomisili di yogya yang aman dan nyaman dan jauh dari kemacetan, mungkin mempunyai pengalaman yang berbeda dengan teman-teman di Jakarta yang terbiasa kena macet (maaf ya....)

Tapi ada satu hal yang jelas dalam pengamatan saya bahwa Pelabuhan Merak sudah tidak layak dipergunakan untuk melayani penyeberangan jawa-sumatera dengan volume kendaraan yang  sangat luar biasa. Menurut saya malah lebih baik keadaan di Bakauheuni daripada di Merak....
Satu-satunya usulan dan masukan dari saya: Perbaharui Pelabuhan Merak sebagai pintu masuk dan pintu keluar dari dan ke pulau Jawa. Jangan sampai ada supir truk yang mengeluh karena barang muatannya terlambat di kirim dan membusuk di Jalan, supir bus yang mengeluh karena terlambat sampai di tempat tujuan, Penyeberang yang mengeluh karena tidak mendapatkan pelayanan yang layak dan patut mereka dapatkan. Bukankah keindahan dan image dari sesuatu (pulau jawa) dilihat sekilas dari tampilan pintu masuknya?
Yang jelas, posting ini saya buat untuk mengenang hari keberuntungan saya tertahan di Pelabuhan Merak selama satu hari, yang membuat saya senewen namun tak berdaya, dan mengurangi jatah waktu saya bertemu dengan keluarga...


Written by

0 comments: